1.apa sih pengertian dilatasi bangunan???
2.apa aja model dilatasi bangunan???
3.cara pemsangannya????
Jawaban :
1. Pengertian dilatasi adalah sebuah sambungan/garis pada sebuah bangunan
yang karena sesuatu hal memiliki sistim struktur berbeda. Yang gunanya untuk
menghindari kerusakan atau retak – terak pada bangunan yang ditimbulkan
oleh gaya fertikal dan horizontal, seperti pergeseran tanah, gempa bumi, dan
lain - lain. Seperti gempa, dll. hal ini sudah dilakukan oleh bangunan bangunan
tradisional nenek moyang kita.
2. Misalkan ada bangunan yang mempunyai tingkat tekanan yang berbeda. Maka
bangunan yang mendapat tekanan yang rendah akan berbeda strukturnya dengan
bangunan yang mempunyai tekanan yang lebih tinggi. Walaupun dalam satu gedung,
misalkan yang bertingkat, maka tingkatan lebih rendah memiliki struktur yang
lebih kuat.
Misalkan ada struktur tanah yang lemah dan yang kuat dalam satu rencana bangunan, maka pondasi akan dubuat dengan sesuai dengan struktur tanah tersebut.
3. Dalam satu komplek, misalkan deretan Ruko. Proses dilatasi dilakukan dengan membuat struktur bangunan tidak memakai satu dinding sebagai pemisah. Jadi bangunan yang satu memakai dinding sendiri dan bangunan sampingnya makai dinding sendiri. Sehingga walaupun terlihat menyatu sebenarnya terpisah.
Ini dilakukan untuk mengurangi efek samping dari bencana gempa.
Anda ingat dengan menara kembar yang terkena serangan teroris, yang terkenal dengan bencana 9/11 di amerika?
Dalam tayangan yang sempat direkam, terlihat bangunan rubuh setahap demi setahap. Karena proses dilatasi tersebut yang memisahkan struktur antar lantai. Walaupun terlihat menyatu tetapi terpisah. Dan kerusakan akan terjadi sesuai tahapan struktur tersebut. Dalam hal gedung kembar itu dari atas ke bawah.
Misalkan ada struktur tanah yang lemah dan yang kuat dalam satu rencana bangunan, maka pondasi akan dubuat dengan sesuai dengan struktur tanah tersebut.
3. Dalam satu komplek, misalkan deretan Ruko. Proses dilatasi dilakukan dengan membuat struktur bangunan tidak memakai satu dinding sebagai pemisah. Jadi bangunan yang satu memakai dinding sendiri dan bangunan sampingnya makai dinding sendiri. Sehingga walaupun terlihat menyatu sebenarnya terpisah.
Ini dilakukan untuk mengurangi efek samping dari bencana gempa.
Anda ingat dengan menara kembar yang terkena serangan teroris, yang terkenal dengan bencana 9/11 di amerika?
Dalam tayangan yang sempat direkam, terlihat bangunan rubuh setahap demi setahap. Karena proses dilatasi tersebut yang memisahkan struktur antar lantai. Walaupun terlihat menyatu tetapi terpisah. Dan kerusakan akan terjadi sesuai tahapan struktur tersebut. Dalam hal gedung kembar itu dari atas ke bawah.
Bayangkan jika bangunan menyatu tanpa proses dilatasi, bisa seperti pohon besar roboh dan menimpa pohon lainnya.
PENJELASAN:
Dilatasi bangunan
biasanya diterapkan pada :
- · Bangunan yang mempunyai tinggi berbeda – beda. ( pertemuan antara bangunan yang rendah dengan yang tinggi ).
- · Pemisah bangunan induk dengan bangunan sayap.
- · Bangunan yang memiliki kelemahan geometris.
- · Bangunan yang memiliki panjang >30m.
- · Bangunan yang berdiri diatas tanah yang kurang rata.
- · Bangunan yang ada didaerah gempa.
- · Bangunan yang mempunyai bentuk denah bangunan L, T, Z, O, H, dan U.
Macam – macam dilatasi :
1. Dilatasi dengan 2 kolom
Dilatasi dengan 2 kolom biasanya digunakan untuk bangunan yang
bentuknya memanjang ( linier ). Dengan adanya dilatasi maka jarak kolom akan
menjadi pendek.
2. Dilatasi dengan balok kantilever
· Dilatasi juga bisa
dilakukan dengan struktur balok kantilever.
· Bentang balok kantilever
maksimal 1/3 dari bentang balok induk.
· Pada lokasi dilatasi
bentang kolom dirubah ( diperkecil ) menjadi 2/3 bentang kolom yang lain.
3. Dilatasi dengan balok gerber
· Sistem ini dipergunakan
apabila diinginkan jarak kolom tetap sama.
· Sistem ini memiliki
kelemahan apabila ada beban horizontal yang cukup besar ( akibat gempa bumi )
akan berakibat fatal ( lepas dan jatuh ).
4 4. Dilatasi dengan konsol
· Dengan
system ini jarak kolom dapat dipertahankan sama
· Umumnya
dipergunakan pada bangunan yang menggunakan material prefabrikasi.
Dalam penerapan system dilatasi perlu diperhatikan jaraknya. Jarak dilatasi
harus benar – benar diperhitungkan. Dilatasi yang terlalu sempit apabila
terkena pergeseran akibat gaya vertical maupun horizontal akan timbul banyak
masalah, mulai dari dilatasi itu sendiri yang rusak, kebocoran yang sulit
diperbaiki, sampai kerusakan – kerusakan di bagian lain akibat saling
bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya.
Gambar sketsa bangunan diatas merupakan salah satu contoh bangunan yang
harus memakai system dilatasi. Bangunan tersebut berada di daerah sekitar danau
yang memiliki kondisi tanah kurang baik. Memilki kemungkinan yang besar tanah
itu mengalami pergerakan.
Selain itu bangunan disekitar danau tersebut termasuk bangunan tinggi, yang
memiliki tinggi bangunan yang berbeda – beda.
Untuk menahan gaya vertical dan gaya horizontal yang timbul perlu dibuat
system dilatasi.
Gambar :
Sistem dilatasi digunakan pada pertemuan antar bangunan yang memiliki
tinggi yang berbeda. Hal ini dikarenakan beban gaya yang diterima bangunan
berbeda – beda antara bangunan yang tinggi dengan bangunan yang lebih rendah.
Bangunan di atas bisa menggunakan system dilatasi kolom, kantilever,
gerber, maupun konsol.
Tetapi biasanya system dilatasi yang sering digunakan adalah system
dilatasi kolom. Sistem ini digunakan untuk bangunan – bangunan yang panjang.
Sistem ini juga mempunyai kelebihan yaitu mampu menahan gaya horizontal yang
timbul ( gempa bumi ).
Selain itu juga relative aman, dan apabila ada kerusakan – kerusakan tidak
terlalu vatal.
Semoga dapat bermanfaat....
Sumber https://muchlisryanbekti.blogspot.co.id/2012/04/sistem-dilatasi-bangunan.html?showComment=1482294422584#c7416357443348659331
Komentar
Posting Komentar